Bamsoet Dorong Organisasi Internasional Perjuangkan Nilai Kemanusiaan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima delegasi The International Islamic Forum of Parliamentarians (Forum Parlemen Muslim Internasional), Senin (28/8). Organisasi parlemen internasional ini dilahirkan di Indonesia sekitar 16 tahun dan diresmikan oleh Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Bamsoet menyampaikan Forum Parlemen Muslim Internasional mengemban visi untuk membangun tata dunia yang damai, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, serta meningkatkan profesionalitas dan kinerja pada masing-masing parlemen.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menilai hadirnya Forum Parlemen Muslim Internasional merupakan hal penting. Terlebih di tengah kondisi dunia saat ini, di mana Perang Rusia-Ukraina hingga hari ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Di samping itu, ketegangan politik di berbagai belahan dunia lain, seperti di semenanjung Korea dan Laut China Selatan, juga masih bergejolak. Konflik Palestina-Israel yang sudah berusia tiga perempat abad pun masih belum terselesaikan.

“Di tengah berbagai gejolak dan dinamika global tersebut, kehadiran berbagai organisasi internasional, khususnya yang didirikan dalam rangka memperjuangkan harkat dan martabat kemanusiaan, mendukung tegaknya demokrasi, melindungi hak-hak sipil dan hak-hak asasi manusia, seperti halnya Forum Parlemen Muslim Internasional ini, sangat memiliki peran penting dan strategis,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (29/8/2023).

Ketua DPR RI ke-20 ini menambahkan, dunia saat ini membutuhkan banyak tangan untuk saling berjabatan, bahu yang saling menopang, dan komitmen untuk bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan global.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi komunitas global tersebut harus dibangun dan dilandasi oleh prinsip kesetaraan, sikap saling menghormati, dan saling menghargai satu sama lain.

“Di samping memajukan kerja sama global, Forum Parlemen Muslim Internasional juga memiliki peran penting dalam membangun citra Islam di kancah internasional. Tidak dapat dipungkiri, bahwa hingga saat ini masih ada pandangan dan asumsi yang keliru mengenai dunia Islam, karena masih adanya aksi kekerasan, radikalisme, terorisme, yang dilakukan oleh individu dengan mengatasnamakan Islam,” paparnya.

Lebih lanjut, Bamsoet menjelaskan selain ke Jakarta, para delegasi Forum Parlemen Muslim Internasional juga baru menyelenggarakan pertemuan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan putusan-putusan yang berdampak bagi kemajuan organisasi Forum Parlemen Muslim Internasional ke depan.

“Saya juga mengajak para delegasi agar tidak langsung pulang ke negara mereka masing-masing. Melainkan bisa terlebih dahulu mengunjungi wilayah lain di Indonesia, seperti Bali, Yogya, maupun Solo. Sehingga bisa mengenal keragaman budaya Indonesia yang sangat majemuk, dan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang sangat beragam,” pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan antara lain, Jajaran Forum Parlemen Muslim Internasional yang hadir antara lain, Abul Majid Menasra (AlJazair), Ishaq Isa (Chad), Husin Alzubaidi (Iraq), Muhammet Elfikhi (Turki), Ahmet Oglu (Turki), Dr. Atho Rahman (Pakistan), Fathi Iyad (Tunisia), Menarsa Amal (Libya), Majda Alfallah (Libya), Cheikhani Beiba (Muritania), Mohd Albuzour (Yordan), Hayat Musim (Yordan), Huda Etoom (Yordan), Walid AThabathabai (Kuwait), Intasar Saad (Sudan), Ahmad Ghumaith (Aljazair), Tahri Belkheir (Aljazair), Amine Alusy (Aljazair), Ahmad Sadok (Aljazair), dan Khoiruddin Razali (Malaysia).

Hadir pula Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan Arsul Sani. Serta Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, Sekretaris Fraksi PKS Ledia Hanifa, dan Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *