Jakarta –
Sejumlah aturan terkait anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Jakarta diubah oleh Pemprov Jakarta. Perubahan itu membawa angin segar dan disambut hangat para anggota PPSU.
Aturan yang diubah berkaitan dengan syarat rekrutmen anggota PPSU hingga evaluasi perpanjangan kontrak. Anggota PPSU Jakarta mengaku perubahan itu membuat mereka lega.
Syarat Rekrutmen Anggota PPSU Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menandatangani surat perubahan syarat rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya sudah menandatangani bahwa untuk PPSU pasukan oranye itu, SD saja cukup. Dan saya sudah tanda tangani pergub (peraturan gubernur)-nya,” kata Pramono di Rumah Dinas Gubernur Jakarta, Jalan Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025).
Selain itu, Pramono menjanjikan kemudahan bagi para petugas PPSU dengan tidak melakukan evaluasi tiap tahun. Namun Pramono meminta pasukan oranye tetap bersemangat dalam bekerja.
“Kemudian, mereka akan dievaluasi bukan lagi setiap tahun, tetapi saya pengennya tiga tahun sekali,” ujarnya.
Pramono mengingatkan akan ada konsekuensi jika pasukan oranye bermalas-malasan dalam bekerja. Dia menjamin pasukan oranye yang rajin, kontrak kerjanya pasti diperpanjang.
Kalau memang dia masih rajin, kemudian bekerja keras pasti akan kita perpanjang,” imbuhnya.
Evaluasi Perpanjangan Kontrak Anggota PPSU Jakarta Jadi 3 Tahun Sekali
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Belia/detikcom)
|
Pemprov Jakarta telah mengubah sistem evaluasi kontrak kerja bagi anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye. Pemprov Jakarta akan mengevaluasi kontrak anggota PPSU tiga tahun sekali.
“Mereka akan dievaluasi bukan lagi setiap tahun, tetapi saya pengennya tiga tahun sekali. Kalau memang dia masih rajin, kemudian bekerja keras, pasti akan kita perpanjang,” kata Gubernur Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Rumah Dinas Gubernur Jakarta, Taman Suropati, Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip pada Rabu (2/4/2025).
Pramono mengatakan kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian kerja bagi para petugas PPSU yang selama ini harus menjalani evaluasi tahunan. Perpanjangan evaluasi ini diharapkan membuat kerja anggota PPSU lebih fokus tanpa perlu khawatir terkait kontrak tiap tahun.
“Intinya kita memberikan secara prinsip apa yang menjadi haknya karena setelah pensiun, mereka rata-rata gamang dan belum ada jaminan apapun,” ujarnya.
Anggota PPSU Sambut Hangat Kebijakan Baru Pemprov Jakarta
Foto: Edril (50) petugas PPSU Kelurahan Gelora (Rumondang/detikcom)
|
Keputusan baru dari Pemprov Jakarta ini disambut terbuka oleh anggota PPSU. Edril (50), petugas PPSU Kelurahan Gelora mengaku lega mendengar kabar itu.
“Kabar baik, kalau menurut saya itu bikin lega lah hati jadinya kan. Yang tadinya setahun jadi tiga tahun,” kata Edril saat ditemui di kawasan Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).
Evaluasi kontrak kerja petugas PPSU sebelumnya dilakukan setiap tahun oleh kelurahan terkait. Menurutnya, kebijakan baru ini membuat pasukan oranye dapat lebih fokus bekerja.
“Karena kenapa, karena tiga tahun itu kan makan waktu lama, ya menolong ya buat PPSU. Ini jadi hadiah lebaran bagi saya,” ucap dia.
Edril bercerita telah bergabung sebagai anggota PPSU sejak 2016. Kala itu PPSU baru terbentuk di masa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat Gubernur DKI Jakarta.
“Saya sebenarnya tadinya dari Sudin Kebersihan, direkrut sama PPSU tahun 2016. PPSU terbentuk kan 2015 zamannya Pak Jokowi, Pak Ahok. 2016 Pak Ahok baru kita gabung, kita dari kebersihan jalur,” jelas dia.
Edril telah sekitar delapan kali memperbaharui kontrak kerjanya. Namun, dia mengaku tak begitu khawatir sebab dia selalu total dalam bekerja.
“Sembilan tahun jalan (di PPSU), setiap tahun itu pasti kalau kita benar-benar mau kerja ya benar (bakal perpanjang kontrak) itu tergantung masing-masing aja,” lanjut Edril.
Kendati begitu, perubahan evaluasi kontrak menjadi setiap tiga tahun tetap dinilainya sebagai hadiah baik bagi PPSU. Sebab, dia tak perlu terlalu khawatir soal kontrak kerja setiap tahun dan bisa fokus bekerja.
“(Kalau sekarang) Jadi ada waktu bernapasnya, nggak yang deg-degan setiap tahun. Makin lega, jadi bisa lebih fokus kerja,” imbuh Edril.
Halaman 2 dari 3
(ygs/dek)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini