Pemilik klub Belgia FCV Dender Sihar Sitorus memastikan perekrutan Ragnar Oratmangoen murni urusan teknis. Sang pemain didatangkan karena kemampuannya.
Dender menjadi ‘penyelamat’ Ragnar yang sempat berstatus tanpa klub seusai menjalani peminjaman bersama Fortuna Sittard. Sebenarnya, Ragnar masih punya sisa kontrak semusim bersama klub utamanya yakni FC Groningen.
Namun, Groningen yang promosi ke Eredivisie 2024/25 membuat pernyataan bahwa mereka tak membutuhkan jasa Ragnar lagi. Hal tersebut diucapkan Direktur Teknik Groningen Art Langeler dikutip dari media Belanda, Voetbal International.
Di saat karier Ragnar mengambang, Dender yang dimiliki orang Indonesia menjadi penampungnya. Namun sang pemilik klub memastikan bahwa perekrutan ‘Wak Haji’ murni karena kebutuhan tim, bukan soal sentimentil.
“Saya yakin dengan dia, saya percaya kalau pengalaman dia kan di level satu Belanda. Itu kan sudah cukup banyak, cukup matang. Dia tahu apa yang diharapkan dari seorang profesional,” kata Sihar Sitorus saat ditemui wartawan di kawasan Senopati, Jakarta, Senin (19/8/2024).
“Jadi bagaimanapun juga kan pelatih akan menggunakan (jasa Ragnar) ini dan kita juga harus menghargai keahlian dia. Dan yang menarik dari mereka cerita, dan kita juga bisa melihatnya sih, bahwa sebenarnya Ragnar itu bisa bermain di beberapa posisi kan,” ujarnya menambahkan.
“Nah beberapa posisi ini mungkin yang menarik di mata pelatih, sehingga pelatih kan punya taktik segala macam,” katanya lagi.
Selain Ragnar, Sihar Sitorus juga tidak menutup kemungkinan untuk merekrut pemain Indonesia lainnya. Namun kembali lagi, pemain yang direkrut adalah mereka yang memang memiliki kualitas berkompetisi di Belgia.
Kebetulan klub Belgia memang dijadikan beberapa negara, terutama Jepang, sebagai batu pijakan para pemainnya. Misalnya Sint-Truidense V.V yang banyak merekrut pemain Jepang dan mengorbitkan pemain-pemain top seperti Takehiro Tomiyasu, Wataru Endo, dan yang terbaru Zion Suzuki.
“Kalau itu kami tidak mungkin menutup kemungkinan tersebut. Yang pasti Liga Belgia itu sangat kompetitif. Kedua pemain-pemainnya juga kualitasnya bagus,” ucap Sihar Sitorus.
“Nah untuk itu kembali lagi ke pemain kitanya juga, seberapa adventurous dia, seberapa nekat dia, menyeberang lautan untuk berkompetisi dengan pemain-pemain lain,” tuturnya.