Klopp Ungkap Kunci Liverpool Tetap Tangguh di Tengah Badai Cedera

Juergen Klopp mengungkap kunci Liverpool tetap stabil meski diterpa badai cedera. Sistem permainan yang tak berubah punya peran penting Si Merah tetap tangguh.

Liverpool saat ini tengah diterpa badai cedera. Meski demikian, mereka tetap mampu mempertahankan konsistensi permainan.

Si Merah masih berpeluang merebut empat gelar di musim ini. The Reds sudah menggenggam Piala Liga Inggris. Mereka berada di peringkat kedua Liga Inggris dengan 64 poin sama dengan torehan Arsenal di puncak klasemen.

Liverpool juga melaju ke perempatfinal Liga Europa dan Piala FA. Pada perempatfinal Piala FA, pasukan Juergen Klopp akan bertandang ke Old Trafford untuk melawan Manchester United, Minggu (17/3).

Tim tamu masih tanpa sejumlah pilar akibat cedera seperti Alisson Becker, Trent-Alexander Arnold, Joel Matip, Thiago Alcantara, Curtis Jones, Stefan Bajcetic, Diogo Jota dan Ben Doak. Ibrahima Konate juga diragukan bisa fit di laga melawan Setan Merah.

Meski begitu, Klopp tetap yakin dengan skuad yang dimilikinya saat ini. Liverpool sudah membuktikan tetap bisa bersaing walau diterpa badai cedera saat menahan Manchester City 1-1 di laga sebelumnya.

Klopp mengungkap kunci Liverpool masih bisa stabil di tengah badai cedera. Sistem permainan Liverpool ajek jadi faktor yang paling penting.

Dengan sistem permainan yang tak banyak berubah para pemain sudah paham dengan tugas masing-masing. Maka dari itu, jika ada pemain yang absen peran pemain tersebut bisa digantikan dengan pemain lain.

“Cedera sangat mempengaruhi kami, namun ada dua hal [telah membantu kami]; budaya ruang ganti dan sistem yang kami tetapkan di lapangan,” ujar Klopp dikutip Liverpool Echo.

Kami telah banyak berkembang sepanjang musim ini – kami tidak mengubah cara kami bermain. Para pemain tahu apa yang harus mereka lakukan ketika mereka bermain dan ketika tidak bermain.”

“Mereka berlatih setidaknya dengan cara yang sama, jadi jika mereka benar-benar melangkah ke lapangan, mereka tahu apa yang harus mereka lakukan.”

“Tidak selalu, kami harus melakukan hal yang agak lain. Segala sesuatu di sekitar berubah tetapi kami tidak melakukannya, kami hanya bermain sesuai keinginan kami dan itu sangat membantu,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *